Memahami Motif dan Minat Manusia Dalam Kerangka Psikologi Sosial

Written by Tri Mahendra – Mahasiswa Sosiologi FISIP Universitas Jember

Motif adalah merupakan suatu pengertian yang melingkupi semua penggerak, alasan, atau  dorongan dalam diri manusia yang menyebabkan ia berbuat sesuatu. Semua tingkah laku manusia pada hakikatnya mempunyai motif. Motif-motif manusia dapat bekerja secara sadar, dan juga secara tidak sadar bagi diri manusia. Untuk itu, agar dapat memahami dan mengerti tingkah laku manusia dengan lebih sempurna maka patutlah kita memahami dan mengerti terlebih dahulu apa dan bagaimana motif-motif dari tingkah lakunya. Dalam mempelajari tingkah laku manusia pada umumnya seharusnya kita mengetahui apa yang akan dilakukannya, dan mengapa ia melakukannya. Motif manusia merupakan dorongan, keinginan, hasrat, dan tenaga penggerak lainnya yang berasal dari dalam dirinya untuk melakukan sesuatu. Motif-motif itu memberikan tujuan dan arah kepada tingkah laku kita. Kegiatan-kegiatan yang kita lakukan sehari-hari juga mempunyai motif-motifnya sendiri. Misalnya kita makan tiga kali sehari dan tidur setiap malam dengan motif untuk memenuhi kebutuhan akan makanan dan perlu beristirahat.

Motif tunggal,motif bergabung

Motif kegiatan-kegiatan kita dapat merupakan motif tunggal dan motif bergabung. Misalnya jika seseorang menjadi anggota suatu perkumpulan, maka motif-motifnya biasanya bergabung. Ia mungkin ingin belajar sesuatu yang baru bersama-sama dengan anggota tersebut, disamping itu mungkin ia juga ingin berorganisasi, ia juga mungkin ingin mengenal lebih dekat beberapa orang kelompok, ia juga mungkin ingin memperluas relasi-relasinya guna kelancaran pekerjaan kantornya.

Seseorang itu mungkin mempunyai berbagai macam motif yang sekaligus bekerja dibalik perbuatan menggabungkan diri dalam organisasi itu, akan tetapi biasanya kegiatan itu didorong dengan satu motif utama dan beberapa motif tambahan yang mungkin merupakan rincian dari motif utama tersebut. Untuk memahami susunan motif yang mendorong seseorang dewasamelakukan sesuatu yang tidak kita mengertiseringkali tidak mudah. Dalam hal ini, patutlah dipahami lebih mendalam riwayat dan struktur kepribadiannya, perbuatan itu sendiri, kondisi-kondisi dilingkungannya dimana perbuatan itu dilakukan, dan saling hubungan antara ketiga golongan faktor tersebut.

Motif geogenetis

Dilihat dari asalnya, bahan motif-motif pada diri manusia pernah diggolongkan ke motif-motif yang biogenetis dan motif yang sosiogenetis, yaitu motif yang berkembang pada diri orang dan berasal dari organisme sebagai mahluk biologis, dan motif-motif yang berasal dari lingkungan kebudayaanya.  Motif –motif biogenetis merupakan motif-motif yang berasal dari kebutuhan-kebutuhan organisme orang demi kelanjutan kehidupannya secar biologis. Contoh dari motif ini adalah lapar, haus, istirahat, mengambil nafas dll.

Motif sosiogenetis

Motif-motif sosiogenetis adalah motif-motif yang dipelajari orang dan berasal dari lingkungan kebudayaan tempat orang itu berada dan berkembang dengan sendirinya tetapi berdasarkan interaksi sosial dengan orang-orang atau hasil kebudayaan orang. Misalnya adalah keinginan untuk mendengarkan musik pop atau musik keroncong, keinginan untuk membaca sejarah Amerika, keinginan bermain bulu tangkis dan sebagainya.

Motif teogenetis

Motif ini berasal dari interaksi antara manusia denagn Tuhannya seperti yang terwujud dalam ibadahnya dan dalam kehidupannya sehari-hari dimana ia berusaha merealisasikan norma-norma agamanya. Sementara itu manusia ingin berinteraksi dengan Tuhannya untuk dapat menyadari bahwa tugasnya sebagai manusia yang berketuhanan di dalam masyarakat yang heterogen. Misalnya dapat diambil contoh yaitu keinginan seseorang untuk mengabdi kepada Tuhan YME.

Motivasi pada diri orang itu pada umumnya berbeda-beda. Ada yang awalnya berasal dari dirinya dan ada pula yang berasal dari luar dirinya, akan tetapi itu kemudian menjadi darah dagingnya selama ia berkembang dari anak-anak hingga dewasa. Motif berarti penggerak diri manusia untuk berbuat sesuatu. Dalam mendidikmotif anak itu, kita harus bisa untuk membentuk kerangka pengertian dan kesadaran pada anak yang dapat merangsangnya untuk menggunakan potensi-potensinya secara konstruktif dan produktif bagi seluruh masyarakat. Upaya pendidikan motif-motif dan minat-minat merupakan suatu upaya yang sebaiknya dilakukan dengan sadar dan sistematis di mana masyarakat mengalami perubahan-perubahan yang besar seperti yang terjadi di negara kita.

Peranan motif dalam pengamatan

Pengalaman itu terjadi melelui proses dimana rangsangan-rangsangan dari luar seperti cahaya untuk mata, bunyi untuk telinga, dan bau untuk hidung. Ini semua diawali dari pengamatan panca indera dan kemudian diteruskan ke otak. Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak mengamati rangsangan-rangsangan itu yang berlalu dari luar diri kita dan rangsangan yang dapat ditangkap oleh panca indera kita. Kita akan menyadari itu apabila kita berhenti melakukan kegiatan yang sedang kita lakukan dan kita melihat dan mengamati segala apa yang kita lihat dan kita dengar pada suatu tempat tertentu.

Pengertian Minat Manusia

Minat adalah aktivitas atau tugas-tugas yang membangkitkan perasaan ingin tahu, perhatian, dan memberi kesenangan atau kenikmatan. Minat dapat menjadi indikator dari kekuatan seseorang di area tertentu di mana dia akan termotivasi untuk mempelajarinya dan menunjukkan kinerja yang tinggi. Bakat akan sulit berkembang dengan baik apabila tidak diawali dengan adanya minat pada bidang yang akan ditekuni. Ini merupakan pengertian minat yang diungkapkan oleh John Holland. Dalam pengertian yang lain, minat dapat diartikan sebagai kehendak, keinginan atau kesukaan. Minat adalah sesuatu yang pribadi dan berhubungan erat dengan sikap. Minat dan sikap merupakan dasar bagi prasangka, dan minat juga penting dalam mengambil keputusan. Minat dapat menyebabkan seseorang giat melakukan menuju ke sesuatu yang telah menarik minatnya. Minat merupakan sumber motivasi yang mendorong orang untuk melakukan apa yang mereka inginkan bila mereka bebas memilih.

Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak ke masa dewasa. Masa ini merupakan masa yang sangat tepat untuk mengembangkan bakat dan minat. Pada periode ini anak mencapai kematangan fisik dan diharapkan pula disertai dengan kematangan emosi dan perkembangan sosialnya. Karena masa peralihan maka remaja pada umumnya masih ragu-ragu akan perannya dan menimbulkan krisis identitas. Dalam usaha menemukan jati dirinya dalam arti mengatahui kebutuhan-kebutuhan pribadi serta tujuan yang ingin dicapai dalam hidupnya, maka pengembangan bakat dan minat remaja sangat penting. Dan dalam mengembangkan kompetensinya remaja tetap membutuhkan bimbingan dari orang tua dan lingkungan rumah maupun sekolah. Hal-hal yang perlu dilakukan dan diperhatikan oleh orang tua, guru atau lingkungan terdekat anak untuk mengembangkan bakat dan minat adalah:

a. Sejak usia dini cernati berbagai kelebihan yang dimiliki anak.

b. Membantu anak dalam meyakini dan fokus pada kelebihan dirinya.

c. Kembangkan konsep diri positif pada anak.

d. Memberikan berbagai wawasan, pengetahuan, pengalaman untuk anak.

e. Memberikan stimulus kepada anak untuk mengembangkan potensinya.

f. Memberi stimulus kepada anak untuk mengembangkan bakat lainnya.

Selain dari beberapa hal di atas, sebenarnya  masih banyak hal-hal lain lagi yang perlu diperhatikan. Perlu dilakukan hal yang terbaik untuk anak agar potensi-potensi yang dimilikinya bisa maksimal.[]

5 Balasan pada “Memahami Motif dan Minat Manusia Dalam Kerangka Psikologi Sosial”

Tinggalkan Balasan