Glosarium Politik: Daftar, Pengertian, dan Definisi Istilah Politik A-Z

Resumed by Arif Wijaksono – Author djangka.com

Glosarium politik merupakan daftar pengertian dari beberapa istilah dalam dunia politik yang disusun secara alfabetik, dengan tujuan memberikan pemahaman awal mengenai istilah politik bagi siapapun yang membutuhkannya. Daftar istilah politik ini akan terus diperbarui dan dilengkapi dengan istilah baru sehingga mampu menyajikan glosarium secara komprehensif kepada para pembaca.

A
abdikasipelepasan jabatan (kekuasaan), hal mengundurkan diri dari jabatan
absolusipengampunan dosa secara kebiasaan atau adat
absolutismesistem pemerintahan tunggal dengan kekuasaan yang tidak terbatas
abstraksiringkasan
absurdtidak masuk akal, yang bukan-bukan
ad hocu/ tujuan penting dan istimewa, panitia khusus terbatas
ad-interimuntuk sementara waktu
adjusemenproses penyesuaian diri dengan lingk. sosial budaya
afiliasigabungan (kerja sama)
afirmasipenegasan, penguatan
a fortioriberdasarkan pernyataan yang lebih kuat lagi
agresipenyerangan ke wilayah kekuasaan negara lain
aklamasipernyataan setuju secara bulat seluruh anggota rapat
akulturasiproses pencampuran dua kebudayaan atau lebih
akuntabilitaskeadaan untuk bertanggung jawab pada public
aliansipersekutuan, gabungan untuk kerja sama
alienasipengasingan diri
altruismementingkan pengabdian dan rasa kasih pada sesama
amandemenusul perubahan rancanagn undang-undang
ambivalenkeadaan yang saling bertentangan
amnestipengampunan hukuman oleh kepala negara
anakronistidak sesuai dengan zamannya lagi
analogipenyesuaian pada bentuk yang sudah ada (kiasan)
anarkikondisi tanpa pemerintahan maupun konstitusi
aneksasipencaplokan wilayah otoritas lain dengan kekerasan
anomalikelainan atau ketidaknormalan
anomitindakan masa bodoh
antesedenperbuatan yang menjadi saksi perbuatan yang sama sebelumnya
apatridetidak berkewarganegaraan
apatisacuh tak acuh pada suatu hal
apologipernyataan maaf; pidato pembelaan
aposteriorimenunjukkan pada pengetahuan yang proposisinya teruji secara empiris
arbitrerdengan sesuka hati; semaunya
aristokrasipemerintahan yang dijalankan oleh kaum ningrat
artifisialkultur buatan; hasil tiruan
asketismeninggalkan keduniawian
asumsipraduga; anggapan sementara
atribusipemberian hak
auditpemeriksaan keuangan
autarkipemerintahan sendiri dan mandiri
B
bargainingproses tawar menawar (kepentingan politik)
bifurkasiproses penalaran; pemikiran
bilateralhubungan antara dua pihak (negara)
birokrasiorganisasi pemerintahan yang dijalankan para pegawai
blokadepenutupan agar tidak dapat berhubungan dengan luar
borjuisgolongan orang-orang kaya
C
cum suisdengan kawan-kawan
D
das seinrealitas; kenyataan yang sebenarnya
deadlockjalan buntu dalam suatu rapat
debatabelmasih bisa diperdebatkan; dapat dibantah
debriefwawancara dengan orang yang baru habis tugas
defakasipenjernihan masalah
deferensialyang menghormati
defoliasipengunduran
dehumanisasitidak selaras dengan asas kemanusiaan
de faktomenurut kenyataan
de yuremenurut hukum
dekadensikemerosostan; kemunduran
deklarasipernyataan suatu hal secara jelas dan ringkas
dekritkeputusan resmi kepala negara dalam keadaan darurat
delasipendakwaan
deliberasipertimbangan mendalam
deliktindak melanggar ketentuan
delinkuensipelanggaran hukum
deliveransipembebasan
demagogitaktik politik mendapat kekuasaan dgn menghasut halus
demarkasigaris pembatas wilayah
demisionerpejabat yang sudah meletakkan jabatan
demokrasipemerintahan dari, oleh, dan untuk rakyat
demolisipenghancuran
demonstrasitindakan bersama untuk protes atas kebijakan penguasa
denigrasipencemaran nama orang lain
dependensiketergantungan
depolitisasipenghapusan kegiatan politik
deposisipernyataan
deprivasipencabutan, pemecatan jabatan
desisikeputusan akhir
despotismesewenang-wenang dalam memerintah
deviasipenyimpangan, penyelewengan
diakronisberdasarkan sejarah
dialektikaproses berpikir untuk menentukan arti, implikasi,dan proposisi yg terkait
dikotomipembagian dalam dua bagian yang saling bertentangan
diplomasiproses kemampuan berargumen untuk mencapai kepentingan politik
diskursifmenyimpang, tidak berhubungan satu sama lain
disparitasperbedaan
disposespencabutan hak milik
distingsiperbedaan
distingtifbersifat membedakan
distorsipemutarbalikan fakta
dramaturgidrama sederhana tanpa prolog dan epilog
dus,thustambahan pula
E
eklektikberpendirian luas; memilih yang terbaik dari berbagai macam sumber
eksepsipenyangkalan; pengecualian
ekseskejadian bermasalah karena berlebihan
eksistensikeberadaan; yang membedakan suatu hal dari hal lain
eksteritorialdi luar hukum kekuasaan negara lain
ekuitaskeadilan
ekuivalensederajat; berbanding sama
elaborasipengerjaan secara teliti
élansemangat kuat yang didasari oleh daya cipta
emansipasigerakan untuk memperoleh pengakuan persamaan kedudukan atau hak
empirisberdasarkan pengalaman
enigmahal yang masih misterius
enkulturasiproses penyerapan kebudayaan yang ada di masyarakat
entitasbenda atau apa saja yang memiliki eksistensi yang riil
envoiutusan
epistemologycabang filsafat mengenai kebenaran dari pengetahuan
esensiintisari yang penting dari suatu hal
esensialyang mendasar
eskalasigerak naik turun; dinamika
estimasiperkiraan
etimologitentang asal usul kata beserta batasan pembahasannya
etospandangan hidup suatu bangsa
evidensikenyataan yang tampak
evokasipemanggilan terhadap pelaku kejahatan (di luar negeri) untuk diadili
F
faksigolongan, kelompok orang dalam partai politik
faktualberdasarkan fakta atau kenyataan yang ada
fakultatiftidak diwajibkan; bersifat pilihan
falsifikasipemalsuan
federasiperserikatan dimana unsur penyusunnya masih memiliki otoritas sendiri
fenomenapenampakan realitas berupa fakta yang bisa dinilai dalam kerangka ilmiah
feodalkondisi masyarakat dimana penguasaan tanah dimonopoli oleh kaum borjuis
formulasiperumusan
fortikasipeneguhan, penguatan
fuminasikritik pedas/tajam
fundamentalhal yang paling mendasar, pokok, asasi
fungsionalkegunaan menurut fungsi dan kedudukannya
futurologyperamalan masa depan berdasarkan pengalaman masa kini
G
gapkesenjangan; jarak antar kelas sosial
genealogisilsilah, asal muasal tentang suatu hal
genesisasal mula atau proses kejadian
geopolitikpengetahuan politik berdasarkan letak geografis negara
gerontokrasipemerintahan yang dipegang oleh kaum tua
gestalfformasi, bentuk atau contoh
gradasiperalihan atau perubahan secara bertingkat
gradualsecara bertahap, berangsur-angsur
H
harfiaharti menurut kata
hedonismepandangan: kebaikan pokok dalam hidup adalah kenikmatan
hegemonikeunggulan suatu negara untuk menguasai negara2 lain
hostasejaminan atau sandera
humanismepandangan yang menekankan kebaikan moral ideal manusia
I
ibidempada tempat yang sama
ideologyide, cita-cita yang mengkooptasi penganutnya bertindak sesuai logika ajaran itu
ilegibeltak terbaca
iluminasipencerahan
imanenberada di dalam proses-proses hukum alam
imparsialtidak memihak
implementasipelaksanaan
implikasiproses yang mengakibatkan sesuatu
implisitterkandung halus di dalamnya (pernyataan dsb)
impolisisiasat politik yang bodoh
impulsifbertindak spontan berdasarkan intuisi
inabilitasketidakmampuan
independenmerdeka; memiliki kekuasaan sendiri
indignitaspenghinaan
indikasipetunjuk; gejala keterkaitan masalah
induksipenalaran mencapai kesimpulan dengan menyelidiki hal2 yg bersifat khusus
infelisitasperkataan yang tidak pada tempatnya
inferensikesimpulan yang diambil dari proses deduksi maupun induksi
infirmitaskelemahan
infleksipembahasan bentuk kata yang memiliki hubungan gramatikal
inherenberhubungan erat; bertautan dengan
injuremelakukan dengan tak adil
inklusiftermasuk di dalamnya (semua)
inkuiripemeriksaan dengan metode wawancara
inkuisispemeriksaan dengan metode angket
insulerberkenaan dengan penduduk dan tempatnya (pulau)
integralterpadu, seluruhnya
integrasipenyatuan dalam kesatuan yang utuh
integritasketulusan hati; kemauan hati pada cita-cita
inteligibeldapat dicerna akal
intensionaldengan disengaja (sungguh-sungguh)
interregnummasa peralihan (bentuk) pemerintahan suatu negara
interferensiintervensi; campur tangan pihak lain
interogasiproses penanyaan untuk pemeriksaan
interpelasihak bertanya legislatif secara resmi pada pemerintah
interpretasipenafsiran
interupsipenyelaan; sanggahan
invasipenyerangan terhadap wilayah kekuasaan lain (militer)
investigasipenyelidikan secara mendalam
ius solikewarganegaraan berdasarkan kelahiran
ius sanguiniskewarganegaraan berdasarkan pertalian darah
J
judgemenkeputusan; tindakan untuk memutuskan suatu masalah
judikatifberdasarkan ketentuan hukum
juntadewan; pemerintahan militer
juskonstitumhukum yang sedang berlaku di suatu negara
justifikasipemeriksaan perkara oleh pengadilan; meng-adili
K
kabinetdewan menteri pemerintah
kampanyetindakan politik untuk mempengaruhi massa
kamuflasepenyamaran suatu hal
karikaturgambar sederhana berisi kritik sosial
kasasipembatalan keputusan pengadilan sebelumnya oleh MA
banding terdakwa pada peradilan yg lebih tinggi
kastigasipenganiayaan; penyiksaan
katebelecesurat sakti (kiasan)
kausalitasbersifat sebab akibat
klarifikasipenjelasan terhadap suatu hal sebelum jadi simpang siur
klasifikasipenggolongan
klausasyarat dalam perjanjian
koalisigabungan dua partai untuk mencapai tujuan yang sama
kodifikasipembukuan hukum
koeksistensikehidupan bersama secara damai
kognisiproses pencapaian sesuatu pengetahuan (dalam) pikiran
koherenbersangkut paut; harmonis
koherensimenguji kebenaran keputusan pada kenyataan
kompartemenpembagian bidang pemerintahan negara dipimpin menko
komprehensifmenyeluruh; mencakup semua
konfederasiperserikatan negara
konfigurasibentuk wujud (nyata)
kongkalikongpersekongkolan
konkurensipersaingan; konsensus bersama
konsiliasipemufakatan; persetujuan damai
konsolidasipengukuhan hubungan
konstelasidalam dinamika; seluk beluk suatu hal
konstitusiseperangkat aturan hukum; undang-undang dasar
kontekstualsesuai dengan pokok bahasan
konsteksturalbersusunan; struktur
kontemplasiperenungan
kontemporerdewasa ini; sepanjang zaman ini
kontiguitaspersinggungan; persentuhan
kontradiksipertentangan
kontravensipelanggaran; proses social di antara pertikaian
kontroversiperselisihan paham; kabur kebenarannya
konvensionalmenurut tatacara atau adat (tradisi) yang berlaku
konvergenbertemu pada satu titik; padu
konvergensiperpaduan
konversiproses perubahan (sistem atau pendapat)
kooptasipenerimaan unsur-unsur baru (wacana, ide, pendapat) secara sepihak
korelasiketerkaitan
kredopokok kepercayaan
kulminasititik puncak
L
land reformperubahan kebijakan hak dan penggunaan tanah
legalitaskeabsahan
legislasiproses pembuatan undang-undang
legitimasipengakuan menurut hukum sebagai bukti kekuasaan
litererberdasarkan sastra
logosfrasa yang menunjukkan prinsip-prinsip rasional konsep
lokustempat kedudukannya; ruang lingkupnya
M
mastrasipemerintahan; kepemerintahan
malversasipenggelapan
mandatintruksi, kepercayaan, tugas yang diberikan kepada wakil terpilih
mandatarisyang diberi atau melaksanakan mandat
manifestasiperwujudan
manifestopernyataan terbuka
mekanismehal atau cara bekerjanya
memorandumsurat peringatan; nota persetujuan (diplomatic)
metodologiilmu mengenai tata cara menganalisa sesuatu secara ilmiah
ministerialberhubungan dengan menjalankan pemerintahan negara
misaferensipemahaman yang keliru
misionarisorang yang ditugaskan
mistifikasipengecohan
mitologiberkaitan dengan dongeng atau mitos-mitos di masyarakat
moderatberhaluan lunak
modifikasipenyederhanaan
monarkipemerintahan oleh raja
monismepandangan bahwa hanya ada satu realitas yang fundamental
monokrasipemerintahan dengan penguasa tunggal
munisipalmengenai urusan-urusan kota
N
narasiserangkaian peristiwa berdasarkan urutan waktu terjadinya
negasipenyangkalan; penolakan
negligasikelalaian
negosiasiproses perundingan; penyelesaian sengketa
normatifmenurut norma-norma yang berlaku di masyarakat
nota beneperhatikanlah, minta diperhatikan
notifikasipemberitahuan
O
obediensikepatuhan pada sesuatu (pasif)
objurgasipencercaan; klaim
obligasikewajiban yang harus dipenuhi karena ada janji kesepakatan
obliterasipencoretan; penghapusan
obrepsihal memperoleh dengan tipu daya
observasipengamatan
obsekrasipermohonan
obskuritasketidakjelasan
obstruksimenghalangi misi wakil minoritas dalam undang-undang oleh wakil mayoritas di parlemen
obversimetode penalaran untuk mencapai kebenaran
oditurpenuntut umum atau jaksa dalam pengadilan militer
oklorasipemerintahan oleh rakyat jelata
oktroiizin (monopoli) dari pemerintah pada perusahaan u/ mengelola barang tertentu
ontologycabang filsafat yang mempelajari realitas tertinggi atau hakikat dari realitas
open mindedtidak memihak
oportunismencari kesempatan untuk mencapai tujuan politik
oposisigolongan penentang
orasipidato di depan massa (umum)
ordinansiperaturan (pemerintah)
ortodoksmemegang teguh, fanatik pada ajaran (dasar atau murni)
ostrakismebudaya yunani yang mengisolir orang dengan pengaruh besar
otonomimengatur urusan (rumah tangga) pemerintahannya sendiri
otoriserenmemberi kuasa atau kekuasaan
otoritaskekuasaan, wewenang
otoriterpemerintahan diktator
P
paktapersekutuan negara-negara untuk mencapai tujuan bersama
paradigmagugusan sistem pemikiran dalam kerangka ilmiah
paradoksalsesuatu yang sifatnya bertolak belakang
partisananggota suatu gerakan atau partai politik
pasifikasipemulihan kembali (perdamaian)
perambulasipeninjauan; pemeriksaan
permisifbersifat terbuka
petisisurat permohonan dari banyak orang
platformprogram partai politik
plebisitpersidangan umum;
pemungutan suara secara langsung untuk menentukan status daerah
pleidoibantahan yang dilontarkan dalam plebisit
plutokrasipemerintahan oleh orang kaya
populismegerakan politik rakyat
postulatasumsi dasar pemikiran yang memerlukan pembuktian lebih lanjut
postulatesasumsi-asunsi pokok yang dipakai mengembangkan bukti-bukti
praksisdalam kenyataan; bidang kehidupan atau kenyataan hidup
praktisiorang yang ahli tentang suatu hal dalam praktik
predisposisikeadaan mudah terpengaruh; kecenderungan
prejudikasivonis yang tergesa-gesa
prekondemmenjatuhkan vonis dengan tidak menyelidiki secara teliti masalah yang diajukan
prerogatifhak istimewa; kekuasaan di luar kekuasaan badan perwakilan
presedenyang lebih dahulu
presentasimenyuguhkan; persembahan
presisiketelitian; beberapa pengertian sebagai pendahuluan
pretensidalih; keinginan yang tak berasas; tindakan berpura-pura
prevarikasimencari-cari alasan; memutarbalikkan fakta yg sebenarnya
preventifbersifat mencegah
progresifbersifat menuju kemajuan
prohibisilarangan secara hukum
proklamasipernyataan resmi
proletarkaum murba; tidak berpunya
proliferasipenyebarluasan
prominenterkemuka; menarik perhatian
propagandagerakan memperluas pengaruh dengan memanipulasi persepsi
proporsialseimbang
prorogasipengunduran waktu, tempo; penutupan sidang atau parlemen
proskripsipengasingan
protektoratnegara dalam lindungan negara lain yang lebih kuat
protokollaporan rapat politik; lampiran perjanjian antar negara
provokatifbersifat tantangan
purviewketentuan undang-undang; luasnya
Q
quasikeadaan semu
quo annimodengan maksud apa
quo vadishendak dibawa kemana
quorumukuran jumlah anggota rapat yang dianggap mewakili keseluruhan
R
rasionaldapat dinalar; masuk akal
rasismenganggap ras sendiri lebih unggul dibanding ras lain
ratifikasipengesahan; pengakuan dokumen negara oleh parlemen
ratio legismaksud dan tujuan keputusan perundang-undangan
realismekepatuhan kepada fakta apa yang tampak
realitaskenyataan yang ada
reduksimenyederhanakan sesuatu secara keseluruhan pd bagian-bagiannya
referensirujukan
refleksiperenungan kembali secara mendalam
reformasiperubahan memperbaiki struktur-struktur yg dipandang tidak bermanfaat
regresikemunduran
regulasiketentuan; aturan
rekonsiliasiberdamai kembali
rekuisitaspengembalian tuntutan hukum
relegasipenurunan pangkat
remisipotongan masa hukuman
renegatpenghianat; pembelot politik
representatifbersifat telah mewakili
represimenindas
resesmasa istirahat dari sidang
resesikemerosotan ekonomi
resiprositaspersetujuan untuk saling memberi atau menerima
resistensidaya tahan; perlawanan
resolusikeputusan
responsibeldapat dipertanggungjawabkan
retraksipenarikan kembali
retorikakondisi yg dijanjikan namun tak terbukti dalam kenyataan
revisiperbaikan
revokasipenarikan kembali
revolusiperubahan secara cepat dan menyeluruh
rezimpemerintahan; penguasa
riothuru hara; kekacauan
S
sabotasetindakan menghalang-halangi secara sembunyi-sembunyi
sarkasmesindiran tajam
sedisiantipati pada pemerintahan
segregasipemisahan golongan tertentu berdasarkan rasial
senatparlemen
separatismeupaya memisahkan diri dari pemerintahan yang berdaulat
signifikanberarti (penting);
signifikansiarti penting
simpatisanpengikut
simplifikasipenyederhanaan
skarifikasikritikan tanpa ampun
skeptissangsi; ragu-ragu
sofisorang yang pandai berkilah
solipsismemenganggap hanya akulah yang ada
status quokeadaan tetap (kekuasaan) pada periode tertentu
stereorotipberpandangan negatif terhadap sesuatu hal
stratifikasitingkatan; klasifikasi sosial berdasarkan status
subterfusealasan yang dicari-cari; dalih
subversihal menggulingkan pemerintahan
suksesipergantian jabatan
T
tendensikecenderungan
tentatifsikap sementara; sebagai percobaan
teokrasipemerintahan yang berlandaskan pada hukum tuhan
terminologihimpunan istilah mengenai salah satu yang pokok
teritoriumwilayah kekuasaan
timokrasipemerintahan atas dasar nilai
tiranipemerintahan yang sewenang-wenang
transendenberada jauh di luar jangkauan pengalaman manusia
transisimasa peralihan
U
unifikasipenyatuan
upgrademeningkat, peningkatan mutu
urgensikebutuhan yang mendesak dan penting
V
vandalismeperusakan terhadap estetika
verifikasipembuktian kebenaran
visualisasipenggambaran
vokalaktif berpendapat secara kritis
volisitindakan menghendaki atau memilih
voluntarismemenganggap kemauan adalah fungsi jiwa yang terpenting
votingpengambilan keputusan berdasarkan suara terbanyak
X
xenokrasipemerintahan oleh orang-orang asing
Y
yuridismenurut undang-undang yang berlaku
yuridiksipengadilan; daerah hukum
yurisprudensiberdasar pada keputusan hakim sebelumnya dalam kasus yang serupa

2 Balasan pada “Glosarium Politik: Daftar, Pengertian, dan Definisi Istilah Politik A-Z”

Tinggalkan Balasan