Pengertian Manajemen dan Administrasi

Written by Nuraida Muji Kurnia EP – Mahasiswa Administrasi Negara FISIP Universitas Jember

Manajemen dan administrasi bukan merupakan istilah baru dalam ilmu sosial. Kedua kata tersebut menjadi kata populer terutama dalam lingkup kajian ilmu organisasi, baik itu organisasi publik maupun organisasi privat. Sekilas, kedua kata tersebut memiliki makna yang identik, karena administrasi dan manajemen memiliki orientasi yang sama yaitu mencapai tujuan suatu organisasi. Dimock, mengemukakan dua kata itu saling terkait, ia mendefinisikan bahwa  (Administrasi atau managemen) adalah suatu pendekatan yang terencana terthadap permecahan semua masalah yang kebanyakan terdapat pada setiap individu atau kelompok baik negara atau swasta.[1]

Namun, apabila dipahami secara substansial terdapat perbedaan antara manajemen dan administrasi dalam suatu organisasi. Dalam hal ini, organisasi merupakan wadah dalam melakukan kegiatan administrasi, atau dapat dikatakan bahwa administrasi itu dijalankan dalam suatu organisasi. Perlu ditekankan bahwa istilah administrasi yang kita gunakan dalam konteks ini yaitu “administrasi dalam arti luas”, bukan “administrasi dalam arti sempit”, yang memiliki makna “kegiatan korespondensi, pengarsipan, ketik-mengetik”.

Administrasi memiliki lingkup yang lebih luas dari manajemen. Administrasi merupakan suatu usaha atau kegiatan yang dilakukan antara dua orang atau lebih yang saling bekerja sama untuk melakukan penataan terhadap sumber daya (man, materials methode, money, market, machines) yang dimiliki organisasi, demi mencapai tujuan yang telah disepakati/ditetapkan sebelumnya. Sehingga, tugas utama dari dari seorang administratur adalah mengatur dan menjalankan penyelenggaraan organisasi. Dalam konteks administrasi publik, tugas utama dari administratur yaitu merumuskan masalah yang ada untuk diformulasikan dalam suatu kebijakan, kemudian kebijakan tersebut diimplementasikan dalam bentuk kegiatan/usaha dengan tujuan menyelesaikan permasalahan yang ada. Otomatis, seorang administratur merupakan pimpinan dari organisasi yang bertugas untuk menetapkan kebijakan-kebijakan apa yang diambil untuk mencapai tujuan organisasi, sekaligus sebagai pelaksana/penyelenggara dari kebijakan tersebut. Seperti yang diungkapkan oleh Drs. Maringan Masry Simbolon, M.M, administrasi berarti keseluruhan tindakan (aktivitas) yang mau tidak mau harus dilakukan dengan sadar oleh seseorang atau kelompok organisasi orang yang berkedudukan sebagai “administrator” atau yang menduduki manajemen puncak suatu organisasi.[2] Sehingga jelas bahwa pengemban tugas administrasi adalah pemerintah. Dalam organisasi publik pemerintah juga berperan sebagai administratur publik, sedangkan dalam organisasi privat seorang pemilik perusahaan juga berperan sebagai direktur perusahaan.

Telah disebutkan sebelumnya bahwa manajemen berada dalam ruang lingkup administrasi. Jika administrasi dikatakan bahwa tugas utama dari seorang administratur adalah mengatur dan menjalankan penyelenggaraan organisasi, maka manajemen dapat diartikan sebagai proses yang di dalamnya memuat cara/teknik bagaimana mengendalikan, mengarahkan, dan memanfaatkan sumber daya organisasi. Manajemen mengandung prinsip-prinsip yang dapat digunakan dalam menjalankan kegiatan-kegiatan administrasi. Prinsip-prinsip tersebut pada dasarnya bertujuan untuk mengendalikan, memanfaatkan dan mengerahkan seluruh sumber daya organisasi yang menurut perencanaan diperlukan untuk mencapai tujuan. Seiring dengan berjalannya waktu, banyak ahli yang mengembangkan prinsip-prinsip manajemen, Salah satunya yaitu Luther Gullick. Gullick mengemukakan prinsip administrasi yang dikenal dengan (POSDCORB), yang meliputi: planning, organizing, staffing, directing, coordinating, reporting, budgeting.[3]

Wujud konkrit dari perbedaan antara administrasi dan manajemen dapat dipahami melalui struktur dalam organisasi. Administrasi diwujudkan dalam pendelegasian wewenang, dimana seorang ketua/pimpinan berhak memerintah bawahannya untuk melaksanakan suatu job tertentu. Sedangkan proses bagaimana kegiatan-kegiatan itu dilakukan untuk mencapai suatu tujuan, dengan membuat perencanaan, penganggaran, pemberian perintah, petunjuk, bimbingan/arahan, serta pelaporan pertanggungjawaban seluruh hasil kegiatan itulah yang disebut manajemen. Hal tersebut diperkuat oleh pendapat Ordway Tead yang dengan tegas membedakan arti administrasi dengan manajemen. Tead menyatakan bahwa administrasi adalah suatu proses dan badan yang bertanggung jawab untuk menentukan tujuan, di mana organisasi dan manajemen digariskan dan sebagainya. Sedangkan manajemen adalah suatu proses dan badan yang secara langsung memberi petunjuk, bimbingan kegiatan dari suatu organisasi dalam merealisasi suatu tujuan yang telah ditetapkan.[4]

Sehingga dapat disimpulkan bahwa manajemen berada di dalam lingkup administrasi. Manajemen memuat prinsip-prinsip yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan administrasi dalam suatu organisasi. Inti dari suatu manajemen adalah kepemimpinan, sedangkan inti dari kepemimpinan yaitu proses pengambilan keputusan. Proses pengambilan keputusan itu sendiri merupakan fungsi pokok dari seorang administratur, dimana keputusan yang diambil harus berpedoman terhadap tujuan utama yang telah ditetapkan.


[1] Simbolon, Masry Maringan, Dasar-dasar Administrasi dan Manajemen, Jakarta, Ghalia Indonesia,  2004, halaman 19

[2] Simbolon, Masry Maringan, Dasar-dasar Administrasi dan Manajemen, Jakarta, Ghalia Indonesia,  2004, halaman

[3] Hasibuan Malayu, Manajemen Sumber Daya Manusia, Bumi Aksara, halaman 3

[4] Simbolon, Masry Maringan, Dasar-dasar Administrasi dan Manajemen, Jakarta, Ghalia Indonesia,  2004, halaman 20.

Tinggalkan Balasan