Rasionalisme Versus Empirisme: Pengantar

Written by Tri Mahendra – Mahasiswa Sosiologi FISIP Universitas Jember

Persengketaan yang terjadi antara kaum Rasionalis dengan kaum Empiris karena keduanya saling mempertahankan aliran pemikirannya masing-masing. Kita tahu bahwa empirisme menggantungkan pengalaman inderawi dalam upaya untuk memperoleh pengetahuan. Sedangkan rasionalisme menggantungkan akal mereka untuk memperoleh pengetahuan. Pada empirisme mengutamakan pengalaman sebagai sumber utama dari semua konsep-konsep dan pengetahuan. Antara kaum empiris dan kaum rasionalis saling serang dalam upaya mengungkapkan dan mencari alasan untuk sumber konsep atau pengetahuan.

Rasionalisme

Sebagai seorang rasionalis, maka setidaknya harus bisa menghadapi klaim berikut ini. Yaitu percaya pada proposisi di wilayah subyek tertentu. Beberapa proposisi di area tertentu misalnya, subyek dapat diketahui melalui intuisi. Hal-hal yang lain pun masih bisa diketahui dengan mendeduksi proposisi yang berintuisi. Intuisi adalah bentuk pemahaman yang rasional. Karena intelektuallah yang menggenggam proposisi. Disini kita hanya melihat benar untuk membentuk sebuah keyakinan. Selain itu kita juga bisa menggunakan penurunan. Yaitu sebuah proses dimana kita harus menarik sebuah kesimpulan dari premis yang berintuisi melalui argumen yang valid, dimana kesimpulan yang dibuat harus benar jika struktur yang dibuat itu memang benar. Moisalnya saja bilangna prima adalah angka tiga yang mana dia lebih besar daripada angka dua. Dari sinilah kita itu mempunyai pengetahuan apriori, yaitu pengetahuan yang sudah dimiliki manusia sejak lahir yang berupa akal. Menurut Konsep tesis, beberapa konsep tidak diperoleh dari pengalaman. Karena mereka adalah bagian dari alam rasional kita, sementara pengalaman akal dapat memicu proses dimana mereka dibawa ke kesadaran, pengalaman tidak menyediakan konsep atau menentukan informasi yang dikandungnya. Beberapa menyatakan bahwa bawaan Konsep tesis ini terkandung oleh bawaan Pengetahuan Tesis, sebuah contoh tertentu pengetahuan hanya dapat bawaan jika konsep-konsep yang terkandung dalam proposisi dikenal juga bawaan. Isi dan kekuatan tesis Konsep bawaan bervariasi dengan konsep yang telah diklaim sebagai bawaan. Semakin banyak konsep maka pengalaman menyediakan yang lebih lagi tentang berbagai hal yang masuk akal, itu mungkin diklaim sebagai bawaan. Tesis tentang konsep bawaan sangat penting untuk rasionalisme. Menjadi seorang rasionalis setidaknya mau mengadopsi satu dari tesis konsep bawaan tersebut. Rasionalisme ini memiliki hubungan dengan filsuf Rene Descartes. Dia adalah filsuf yang memiliki sikap skeptis. menurutnya kita perlu meragukan segala sesuatu sampai kita memiliki ide yang jelas dan tepat. Pada dasarnya rasionalisme itu sudah ada pada diri Plato. Bahkan bisa dikatakan bahwa Plato adalah orang pertama yang memiliki pemikiran Rasionalisme. menurut Plato bahwa satu-satunya pengetahuan sejati adalah apa yang disebutkannya sebagai episteme, yaitu pengetahuan tunggal yang tak berubah, yang sesuai dengan ide-ide abadi.

Empirisme

Empirisme menolak dengan adanya tesis atau intuisi penurunan seperti yang dicontohkan dalam rasionalis diatas. Kaum empirisme juga menolak dengan pengetahuan bawaan seperti yang dicontohkan diatas tadi. Kaum empirisme lebih percaya bahwa sumber pengetahuan berasal dari hal yang bersifat aposteriori, bukan apriori seperti yang dicontohkan dalam kaum rasionalis. Empirisme bergantung pada pengalaman manusia. Empirisisme juga menyangkal dengan adanya implikasi bawaan sesuai yang ada pada konsep tesis, bahwa kita memiliki ide bawaan dari subjek. Kaum empirisme tidak membenarkan kaum rasionalis yang mengklaim pengalaman yang tidak dapat memberi kita pengetahuan. Seperti halnya dengan kaum rasionalis, kaum empiris juga ingin mencari dasar yang kokoh, dasr pembenaran bagi pengetahuan sejati. Tokoh yang ada pada aliran ini antara lain adalah John Locke, menurutnya bahwa konsep atau ide yang mengungkapkan pengetahuan manusia, sesungguhnya berasal dari pengetahuan manusia. konsep atau ide-ide ini diperoleh dari panca indera atau refleksi atas apa yang diterima oleh panca indera. Selain itu juga ada David Hume, dia juga menganut paham empirisme yang menyatakan bahwa semua pengetahuan berasal dari pengalaman indrawi kita. Ia menolak paham rasionalisme yang menyatakan bahwa pengetahuan berasal dari akal budi manusia. Hume sedikit berbeda dengan Locke, karena menurutnya pemahaman manusia dipengauhi oleh sejumlah kepastian dasr tertentu mengenai dunia eksternal, mengenai masa depan mengenai sebab dan bahwa kepastian inimerupakan bagian dari naluri alamiah manusia, yang tidak bisa dihasilkan ataupun dicegah oleh akal budi atau proses pemikiran manusia.

Konflik antara Rasionalisme dan empirisme hanya diformulasikan untuk menutupi subjek yang sama. Kemudian perdebatan antara Rasionalisme vs empirisme. Fakta bahwa para filsuf  baik rasionalis maupun empiris memiliki implikasi pada program klasifikasi sering digunakan dalam sejarah filsafat, khususnya yang digunakan untuk menggambarkan Periode Modern Awal abad 7 dan 18 yang mengarah ke Kant. Kant adalah orang yang berjasa mendamaikan kedua aliran pemikiran ini. Kant berpendapat bahwa kedua aliran ini berat sebelah, dan karena itu hanya setengah benar. Baik panca indra dan proses pengindraan dan akal budi dan proses penalaran sama-sama berperan bagi lahirnya pengetahuan manusia. Keduanya sama-sama berperan dalam konsepsi kita mengenai dunia disekitar kita. Leibniz mengetahui realitas secara aposteriori berarti mengetahui berdasarkan apa yang ditemukan secara aktual di dunia ini, yaitu melalui pancaindera. Sebaliknya mengetahui pengetahuan secara apriori adalah mengetahui dengan menggunakan sebab pada realitas itu. Jadi, mengetahui secara apriori adalah dengan memahami apa yang menjadi sebabnya, apa yang menimbulkan hal itu terjadi. Atas dasar Leibniz membedakan antara kebenaran apriori dengan kebenaran aposteriori. Kebenaran apriori dapat dibuktikan dengan melihat keterkaitannya dengan proposisi yang sama. Sedangkan kebenaran aposteriori hanya bisa dilihat benar berdasarkan pengalaman.

Tinggalkan Balasan