Fenomena Plagiarisme di Kalangan Civitas Akademika dan Upaya Penanggulangannya

Written by Tri Mahendra – Mahasiswa Sosiologi Universitas Jember

BAB 1.PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Di zaman modern ini sudah banyak berkembang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Namun seiring dengan berkembangnya IPTEK itu ternyata bisa menimbulkan berbagai dampak negatif. Salah satu dampak negatif itu adalah praktik plagiat yang terjadi dikalangan mahasiswa. Setiap manusia itu selalu menginginkan kemudahan dalam melakukan suatu hal. Dengan sifat manusia yang seperti itu, maka manusia akan selalu mencari kemudahan dalam kehidupannya misalnya melakukan tindakan plagiarisme yang sering terjadi dikalangan mahasiwa. Plagiarisme dikalangan mahasiswa sudah menjadi suatu hal yang tidak asing lagi. Tindakan seperti menjiplak karangan orang lain tanpa menyebutkan sumbernya sudah menjadi kebiasaan sebagian besar  mahasiswa. Hal ini tidak boleh dibiarkan karena tindakan plagiat akan merugikaan banyak orang, antara lain:

  1. Pengarang asli, pengarang asli merupakan orang yang menciptakan  suatu karya atau karangan. Pengarang asli akan merasa tidak nyaman bila hasil karyanya dijiplak oleh orang lain.
  2. Pembaca, pembaca dalam konteks ini merupakan orang yang membaca suatu karangan hasil jiplakan. Pembaca akan merasa tertipu bila mengetahui bahwa suatu karya atau karangan yang dibacanya merupakan hasil dari jiplakan.
  3. Plagiator, plagiator merupakan pelaku dari penjiplakan. Plagiator tidak akan memperoleh kepercayaan dari oleh orang lain.

Saat ini permasalahan tentang praktik plagiat sudah merajalela di kalangan mahasiswa. Sulit sekali untuk mengetahui apakah seseorang itu melakukan plagiat atau tidak dalam mengerjakan suatu karya atau karangan. Oleh karena itu dibutuhkan ketelitian untuk melihat suatu karangan,apakah suatu karya atau karangan itu benar-benar asli atau merupakan hasil dari jiplakan atau plagiat. Permasalahan tentang praktik plagiat dibutuhkan perhatian yang serius, selain itu dibutuhkan upaya-upaya untuk menanggulanginya. Karena bila dibiarkan akan menimbulkan dampak yang tidak bagus, terutama dalam bidang akademis dikalangan mahasiswa.

Dari permasalahan diatas, penulis tertarik untuk mengetahui lebih dalam mengenai “Faktor Penyebab Plagiarisme di Kalangan Mahasiswa dan Upaya Penanggulangannya”.

1.2  Rumusan Masalah

Tindakan plagiat merupakan suatu tindakan  yang sangat merugikan bagi pemilik karangan yang karangannya dijiplak. Masalah yang akan dikaji dalam makalah ini adalah:

  1. Sebab-sebab terjadinya praktik plagiarisme dikalangan mahasiswa.
  2. Bagaimana mengatasi masalah plagiarisme yang terjadi dikalangan mahasiswa.
  3. Usaha efektif untuk memberantas praktik plagiat dikalangan mahasiswa.

1.3  Tujuan dan Manfaat

1.3.1        Tujuan Peneliatan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebab-sebab masalah plagiarisme yang ada dikalangan mahasiswa dan bagaimana cara menanggulanginya.

1.3.2        Manfaaat Penelitian

Manfaat penelitian ini adalah bisa menambah wawasan dan pengetahuan tentang masalah plagiarisme yang terjadi di kalangan mahasiswa. Selain itu penelitian ini juga bermanfaat untuk mengetahui berbagai faktor penyebab plagiarisme yang terjadi dikalangan mahasiswa serta cara mengatasinya.

 

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Plagiarisme

Pengertian tentang plagiarisme yang telah diungkapkan dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Plagiarisme menyatakan bahwa Plagiarisme atau sering disebut plagiat adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri. Plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain. Di dunia pendidikan, pelaku plagiarisme dapat mendapat hukuman berat seperti dikeluarkan dari sekolah/universitas. Pelaku plagiat disebut sebagai  plagiator.

Yang digolongkan sebagai suatu tindakan plagiarisme adalah:

  1. Menggunakan tulisan orang lain secara mentah, tanpa memberikan tanda jelas (misalnya dengan menggunakan tanda kutip atau blok alinea yang berbeda) bahwa teks tersebut diambil persis dari tulisan lain.
  2. Mengambil gagasan orang lain tanpa memberikan anotasi yang cukup tentang     sumbernya.

Dalam buku Bahasa Indonesia: Sebuah Pengantar Penulisan Ilmiah, Felicia Utorodewo dkk. menggolongkan hal-hal berikut sebagai tindakan plagiarisme:

  1. Mengakui tulisan orang lain sebagai tulisan sendiri.
  2. Mengakui gagasan orang lain sebagai pemikiran sendiri.
  3. Mengakui temuan orang lain sebagai kepunyaan sendiri.
  4. Mengakui karya kelompok sebagai kepunyaan atau hasil sendiri.
  5. Menyajikan tulisan yang sama dalam kesempatan yang berbeda tanpa menyebutkan asal-usulnya.
  6. Meringkas dan memparafrasekan (mengutip tak langsung) tanpa menyebutkan sumbernya, dan
  7. Meringkas dan memparafrasekan dengan menyebut sumbernya, tetapi rangkaian kalimat dan pilihan katanya masih terlalu sama dengan sumbernya.

Hal-hal yang tidak tergolong plagiarisme adalah sebagai berikut:

  1. Menggunakan informasi yang berupa fakta umum.
    1. Menuliskan kembali (dengan mengubah kalimat atau parafrase) opini orang lain dengan memberikan sumber jelas.
    2. Mengutip secukupnya tulisan orang lain dengan memberikan tanda batas jelas bagian kutipan dan menuliskan sumbernya.

2.2 Plagiarisme dalam literatur

Plagiarisme dalam literatur terjadi ketika seseorang mengaku atau memberi kesan bahwa ia adalah penulis asli suatu naskah yang ditulis orang lain, atau mengambil mentah-mentah dari tulisan atau karya orang lain atau karya sendiri (swaplagiarisme) secara keseluruhan atau sebagian, tanpa memberi sumber.

2.3 Faktor –Faktor Penyebab Praktik Plagiarisme

Ada beberapa faktor yang menyebabkan seorang mahasiswa itu melakukan tindakan plagiarisme, faktor-faktor tersebut antara lain:

Kurangnya pengetahuan tentang aturan penulisan

Kurangnya pengetahuan mereka tentang tata cara penulisan karya ilimiah merupakan suatu penyebab terjadinya plagiarisme atau copy  paste. Referensi yang hanya sebagai penguat gagasannya hendaknya dia mencantumkan sumber referensi tersebut sebagai penghargaan terhadap orisinalitas sebuah karya.

Sanksi belum ditegakkan secara tegas

Dalam hal ini perlu diberlakukan sanksi yang tegas bagi para pelaku Copy paste. hal ini amat diperlukan karena dalam hal proses pendidikan bagi civitas akademis sendiri agar menjauhkan mereka dari tindakan tersebut.

Tidak percaya diri

Tidak percaya diri juga menjadi suatu hal yang mendasari seseorang untuk melakukan Copy Paste. Ketidaksiapan seseorang dalam membuat suatu tugaslah yang menyebabkan hal ini dapat terjadi. Oleh karena itu peran serta dari sang dosen untuk memotivasi para mahasiswanya.

Malas

Sifat malas merupakan sifat manusiawi, tak terkecuali bagi mahasiswa. Mahasiswa menjadi jenuh dan malas karena selalu dihadapkan dengan tugas yang menumpuk. Tugas dari berbagai mata kuliah tidak jarang mempunyai deadline yang hampir bersamaan. Hal ini tentu saja membuat mahasiswa kurang optimal mengerjakan tugasnya. Tidak jarang pula mahasiswa mengerjakan tugas dengan jalan pintas. Berdalihkan keterbatasan waktu, mahasiswa melakukan copy  paste atau plagiarisme dari pekerjaan teman ataupun hasil browsing di internet.

Penyalahgunaan teknologi

Kemajuan tehnologi telah memperkenalkan internet kepada mahasiswa. Di dalam internet inilah mahasiswa mendapatkan kemudahan untuk memperoleh referensi. Seorang mahasiswa yang hendak mencari referensi tinggal mengetik ”kata kunci” dan beberapa saat kemudian referensi – referensi yang di inginkan muncul dalam layar monitor. Kemudahan – kemudahan dalam mengakses internet inipun tidak jarang disalahgunakan oleh mahasiswa. Tanpa berpikir panjang, mahasiswa melakukan copy  paste tanpa mencantumkan sumber copy-an dari referensi tersebut. Bahkan tidak jarang mahasiswa mengumpilkan tugas dari hasil copy paste tanpa adanya pengeditan terlebih dahulu.

Masyarakat, khususnya mahasiswa, hendaknya menyadari bahwa kebiasaan Copy Paste pekerjaan orang lain justru akan merugikan diri sendiri dan orang yang mempunyai karya itu. Disadari atau tidak, tindakan ini akan membuat pikiran mahasiswa terbelenggu oleh pekerjaan orang tersebut. Kebebasan berpikir dan mengeluarkan ide – ide terasa semakin sulit. Selain itu tidak ada lagi penghargaan terhadap karya orisinil karena lunturnya moral mahasiswa. Hasil karya yang monoton akan semakin banyak dijumpai dan sulit untuk menemukan karya yang lebih baik bila praktik plagiarisme masih terus berlanjut.

2.4 Upaya Menanggulangi Masalah Plagiarisme

Ada berbagai macam cara untuk menanggulangi masalah praktik plagiarisme yang ada di kalangan mahasiswa seperti yang diungkapkan dalam http://erywijaya.wordpress.com/2010/04/16/plagiarisme-dan-solusi-pencegahannya/ diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Menumbuhkan integritas pada diri mahasiswa sehingga senantiasa bisa menjaga dan membantu diri mahasiswa dari perbuatan copy paste tanpa menyebutkan sumber asal.
  2. Meningkatkan fungsi dan pearanan pembimbing penelitian, karena bagaimana hasil penelitian dari mahasiswa adalah pertaruhan karir dari pembimbing.
  3. Menggunakan software anti plagiarisme, dengan software ini maka tindakan atau praktik-praktik plagiarisme akan terdeteksi.

2.5 Hipotesis

Hipotesis merupakan dugaan atau jawaban yang bersifat sementara dan harus dibuktikan kebenarannya. Dalam hal ini hipotesis yang diajukan adalah terdapat faktor-faktor penyebab mahasiswa melakukan tidakan praktik plagiarisme.

BAB 3. PEMBAHASAN

3.1    Faktor Penyebab Terjadinya Plagiarisme

            Seperti yang telah diketahui sebelumnya bahwa tindakan plagiat ialah pengambilan karangan orang lain dan menjadikannya seolah – olah karangan sendiri. Plagiat seolah-olah sudah menjadi kebiasaan orang. Faktor penyebab dari tindakan plagiat yang terjadi di kalangan mahasiswa antara lain:

  1. karena adanya sifat malas, sifat malas ini merupakan sifat yang banyak dimiliki oleh mahasiswa. Mahasiswa yang malas selalu ingin mencari kemudahan dalam mengerjakan tugas-tugasnya. Mereka lebih suka melakukan tindakan plagiat dari pada mengerjakan tugasnya sendiri.
  2.  kurangnya rasa percaya diri dari mahasiswa itu sendiri dalam mengerjakan tugas-tugasnya. Mahasiswa yang tidak memiliki rasa percaya diri pada umumnya tidak mau mengerjakan tugasnya sendiri. Mereka lebih percaya dengan hasil pekerjaan orang lain dari pada tugasnya sendiri. Dengan demikian tindakan plagiat seolah-olah menjadi hal yang biasa dilakukan demi menyelesaikan tugas-tugasnya.
  3. Kurangnya pengetahuan, kurangnya pengetauan menganai tata cara penulisan karya tulis juga bisa menjadi faktor penyebab seorang mahasiswa melakukan tindakan plagiat.
  4. Sanksi yang kurang tegas, pemberian sanksi  yang tegas kepada seseorang yang melakukan tindakan plagiat merupakan suatu hal yang sangat perlu dilakukan. Hal ini akan memberikan efek jera kepada pelaku tindakan plagiat.
  5. Penyalahgunaan teknologi, kemajuan teknologi juga bisa menyebabkan praktik plagiat semakin banyak. Dengan hadirnya internet, plagiat semakin mudah dilakukan orang.

3.2 Kebiasaan Menyalin (Copy Paste) Di Kalangan Civitas Akademis

Kebiasaan praktik plagiat di kalangan civitas akademik seperti Copy Paste merupakan sebuah kata yang tidak asing di telinga kalangan mahasiswa. Bagaimana tidak, kegiatan ini sudah lama digeluti bahkan beberapa pihak menganggap bahwa kegiatan ini sebenarnya telah mengakar dikalangan civitas akademis. Sebenarnya Copy paste sendiri ialah merupakan sebuah kegiatan dimana seorang mahasiswa menyalin tugas dari salah seorang temannya. Dalam massa kini banyak mahasiswa yang sering mempraktekkan hal tersebut. Copy Paste sendiri merupakan bagian dari plagiat.

Dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh dosen, karya ilmiah, mahasiswa tentu saja membutuhkan beberapa referensi baik dari buku, koran, maupun dari internet. Referensi – referensi ini seharusnya dijadikan sebagai materi pelengkap ataupun sebagai keterangan tambahan yang digunakan untuk memperkuat gagasan yang dibuat oleh mahasiswa. Tetapi, disadari atau tidak mahasiswa seringkali menggunakan referensi tersebut sebagai isi dari makalahnya tanpa mencantumkan sumber kutipannya. Tindakan inilah yang disebut sebagai plagiat.

Istilah plagiat muncul karena adanya usaha pengakuan karya orang menjadi karyanya sendiri (plagiator). Pernyataan ini sesuai dengan pengertian plagiat menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. ”Plagiat ialah pengambilan karangan orang lain dan menjadikannya seolah – olah karangan sendiri. Plagiarisme adalah penjiplakan yang melanggar hak cipta.” Senada dengan pengertian plagiat dan plagiarisme yang tertera dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, dalam Oxford Dictionary juga dijelaskan bahwa plagiarisme merupakan suatu kegiatan menyalin karya orang lain dan mengakuinya sebagai karya sendiri. Plagiarize is copy another person’s work, ideas, words, etc and pretend that they are your own.

3.3 Pandangan Praktik Plagiarisme dari  Praktisi Akademis

Praktik plagiarisme seperti copy paste di dunia pendidikan merupakan sebuah hal yang akan menodai citra dari dunia pendidikan. Menurut praktisi akademis, Dede Kurniasih yang seorang dosen ilmu Komunikasi Massa UIN Bandung, mengatakan bahwa Copy Paste merupakan suatu alat yang memeperbudak mahasiswa, hal ini disebabkan karena minimnya pengalaman dari mahasiswa dalam  membuat tugas ,baik dari tugas mandiri maupun tugas terstruktur. Kebiasaan Copy Paste dikalangan mahasiswa sudah menjadi hal yang biasa atau sudah mengakar dari zaman – ke zaman baik itu dalam hal pembuatan tugas-tugas karya ilmiah, hingga pembuatan skripsi. Copy Paste meskipun sudah menjadi hal yang mudah namun tidak boleh sampai mendominasi mengakar.

Menurut dosen ilmu Komunkasi Massa UIN Bandung ini, Copy Paste merupakan sebuah hal yang sulit untuk diberantas, namun dalam hal ini kegiatan tersebut dapat di tekan dengan berbagai upaya diantaranya dengan pemberian sanksi yang tegas bagi para pelaku copas (istilah copy paste), penanaman minat kepada setiap mahasiswa untuk membaca buku atau sumber-sumber referensi lainnya merupakan hal positif yang perlu dilakukan.

3.4  Pandangan Mahasiswa Terhadap Plagiarisme

Praktik Plagiarisme seperti Copy Paste di kalangan mahasiswa merupakan suatu hal yang sudah  biasa terjadi. Hal ini ditandai dengan banyaknya mahasiswa yang tertangkap melakukan praktik plagiat ini. Menurut Pahrudin salah satu dari mahasiswa mengatakan bahwa Copy paste bukan suatu tindakan yang memperbodoh mahasiswa, akan tetapi tindakan ini sebagai sebuah cara untuk mempermudah mahasiswa dalam mengerjakan tugas-tugasnya dengan mencantumkan referensi awal serta memebacanya terlebih dahulu. Namun tindakan seperti copy paste ini perlu diberikan sanksi yang tegas agar praktik-praktik plagiarisme dapat dikurangi intensitasnya.

3.5 Hubungan Antara Mahasiswa dan Plagiarisme

Praktik plagiarisme telah mejadi hal yang tidak asing lagi bagi mahasiswa. Hal ini bisa ditandai dengan praktik copy paste yang biasa terjadi dikalangan mahasiswa. Kebiasaan menyalin ini sudah dianggap hal biasa. Plagiarisme seakan menjadi teman bagi mahasiswa. Sungguh ironi, bila mahasiswa merupakan generasi penerus bangsa yang dibanggakan, padahal tindakan plagiarisme sudah melekat di dalam diri mahasiswa.

3.5.1 Alasan Mahasiswa Melakukan Plagiarisme

Seorang mahasiswa itu melakukan tindakan plagiarisme disebabkan oleh berbagai hal. Alasan mahasiswa melakukan tindakan plagiarisme dantaranya karena mahasiswa lebih suka jalan pintas dalam mengerjakan tugasnya. Dengan menyalin data dari internet untuk dijadikan sebagai hasil dari tugasnya merupakan cara yang sering dilakukan oleh mahasiswa. Apabila alasan ini disimpulkan, sesungguhnya masalah sifat malas ini yang menjadi penyebabnya. Namun mahasiswa juga beralasan karena banyaknya tugas bisa menjadi faktor yang mendorong seorang mahasiswa itu melakukan tindakan plagiarisme. Karena mahasiswa takut tugasnya tidak selesai akhirnya mereka pun melakukan tindakan plagiarisme.

3.5.2 Mahasiswa Mudah Melakukan Plagiarisme

Dengan hadirnya berbagai macam teknologi, semakin memudahkan mahasiswa melakukan tindakan plagiarisme. Teknologi informasi dan komunikasi yang sudah berkembang pesat serta hadirnya internet yang semakin canggih, membuat mahasiswa juga semakin mudah melakukan tindakan plagiarisme. Hal ini sebenarnya merupakan penyalagunaan teknologi.

3.6 Dampak Praktik Plagiarisme

Plagiarisme yang sudah merasuki jiwa mahasiswa akan memberikan dampak yang sangat buruk bagi dunia pendidikan. Pada dasarnya plagiat itu bisa dikatakan sebuah tindakan pencurian dan penipuan, apabila tindakan tersebut dilakukan oleh seorang pelajar atau mahasiswa maka itu akan menurunkan kualitas pendidikan.

Disamping menurunkan kualitas pendidikan, pandangan baik masyarakat mengenai pendidikan pun akan berubah menjadi buruk. Masyarakat tidak akan percaya lagi dengan dunia pendidikan yang telah banyak melakukan tindakan plagiarisme. Masyarakat akan selalu memandang ke arah yang negatif tentang dunia pendidikan. Bila hal tersebut tidak segara diatasi, maka akan terjadi krisis kepercayaan mengenai dunia pendidikan.

3.7    Upaya Menanggulangi Masalah Plagiarisme

Plagiarisme merupakan sebuah tindakan yang sudah menjadi kebiasaan mahasiswa. Hal ini sulit tentunya untuk diatasi. Di kalangan kalangan mahasiswa, praktik plagiarisme sudah mengakar sejak turun-temurun. Upaya – upaya yang dapat dilakukan saat ini anatara lain dengan melakukan pembimbingan yang serius kepada mahasiswa. Hal ini dapat dilakukan pada saat mahasiswa sedang mengerjakan skripsi. Pembimbingan sangat perlu dilakukan untuk memberikan pengarahan kepada mahasiswa dalam mengerjakan tugasnya. Hal ini tentu dapat mencegah tindakan plagiarisme oleh mahasiswa.

Selain dengan melakukan pembimbingan dengan teliti. Penanaman nilai-nilai yang baik untuk mahasiswa agar tidak melakukan tindakan plagiarisme. Penggunaan software anti plagiarisme yang bisa mendeteksi plagiarisme juga merupakan cara yang efektif untuk menanggulangi plagiarisme. Dengan adanya software anti plagiarisme diharapkan mampu mengatasi masalah plagiarisme. Ketiga upaya tersebut harus selalu dilakukan agar praktik plagiarisme dapat diatasi.

BAB 4. PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Plagiarisme merupakan sebuah tindakan yang tidak baik dilakukan oleh semua orang. Saat ini praktik plagiarisme sudah menjadi kebiasaan mahasiswa. Praktik plagiarisme saat ini sangat mudah dilakukan oleh setiap orang. Dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin canggih, semakin memudahkan orang melakukan praktik plagiarisme. Praktik-praktik plagiarisme saat ini sudah banyak merambah diberbagai bidang. Dunia pendidikan termasuk bidang yang sudah lama mendapat permasalahan tentang plagiarisme.

Permasalahan tentang  plagiarisme sebenarnya bukanlah masalah yang tidak dapat diatasi. Masalah plagiarisme bisa diatasi dengan berbagai cara. Keseriusan untuk mengatasi masalah plagiarisme serta penanaman nilai-nilai yang baik kepada pelajar dan semua kalangan masyarakat sangat perlu dilaksanakan. Dibutuhkan kesadaran yang dimulai dari diri sendiri untuk tidak melakukan tindakan plagiarisme juga perlu dilaksanakan. Hal ini harus dilakukan agar permasalahan plagiarisme bisa teratasi.

4.2 Saran

Mahasiswa merupakan generasi penerus masa depan yang dibanggakan oleh bangsa. Saat ini kehidupan mahasiswa sangat dekat dengan praktik plagiarisme. Upaya-upaya untuk menanggulangi permasalahan plagiarisme di kalangan mahasiswa harus terus dilakukan agar permasalahan plagiarisme bisa teratasi. Kekompakan untuk bersama-sama menanggulangi permasalahan plagiarisme ini menjadi kunci penting guna menuntaskan permasalahan plagiarisme yang ada dikalangan mahasiswa. Dengan kebersamaan yang solid, maka akan diperoleh kemudahan untuk mengatasi masalah plagiarisme ini.

DAFTAR PUSTAKA

Internet :

Pengertian Plagiat dari Wikipedia Bahasa Indonesia

http://id.wikipedia.org/wiki/Plagiarisme ( tanggal akses 15-12-2010)

Plagiarisme dan Solusi Pencegahannya

http://erywijaya.wordpress.com/2010/04/16/plagiarisme-dan-solusi-pencegahannya/  (tanggal akses 31-12-2010)

Kebiasaan Copy Paste di Kalangan Civitas Akademik

http://shindohjourney.wordpress.com/2010/06/13/kebiasaan-copy-paste-di-kalangan-civitas-akademis/  (tanggal akses 15-12-2010)

Tinggalkan Balasan