djangka.com

an Indonesian perspectives

Monthly Archives: May 2012

Eksistensi Pancasila Dalam Era Globalisasi

bulug1

Written by Arif Wijaksono – Alumni Hubungan Internasional Fisip Unej.

Globalisasi sebagai produk mutakhir dari liberalisme tidak hanya meniadakan batas-batas geografis yang membangun negara nasional (de-teritorialisasi) secara ekonomis, melainkan juga merongrong nilai-nilai fundamental yang menjadi ideologi politik dari negara yang bersangkutan. Pergulatan ini tidak hanya dimaknai sebagai globalitas versus lokalitas, melainkan lebih pada upaya penciptaan kultur global yang berakar pada pengalaman atau persepsi tentang dunia dengan karakteristik yang baru (khas) dan mandiri. Artinya kultur tersebut dipandang sebagai praksis sosial dalam membentuk identitas global yang dinamis, mengalir dari satu peralihan menuju peralihan yang lain. Meski begitu, gejala ini secara geneologis tetap dipengaruhi oleh logika industrial.

Alur Pemikiran Hegel

alrisa

Written by Alrisa Ayu CS – Mahasiswa Administrasi Negara FISIP Universitas Jember

George Wilhelm Friederich Hegel (1770-1831), akrab disebut dengan Hegel. Seperti halnya kaum romantic yang pengaruh pemikirannya seringkali mendapat serangan, ternyata tak menjadikan ketakutan baginya. Justru dengan hal itu,  filosof kelahiran Jerman ini mampu menemukan sebuah filsafat yang mencapai hal yang tak terbatas. Mencakup semua pengalaman manusia, seiring dengan semua pengetahuan manusia, ilmu, sejarah, agama, politik, seni, sastra, dan arsitektur.

Relasi Coca Cola, Israel, dan Manipulasi Amerika Serikat

triono akmad

Written by Triono Akmad Munib – Mahasiswa Hubungan Internasional FISIP Universitas Jember

Kita mungkin sudah tak asing lagi mendengar kata-kata Israel, Palestina, Jalur Gaza, dan Yahudi. Itulah sedikit kata-kata yang sering muncul dalam surat kabar, internet jika terdapat berita konflik di Timur Tengah. Konflik Israel-Palestina memang sudah berlangsung lama dan sudah tak bisa dihitung lagi berapa jumlah korban yang berjatuhan baik penduduk sipil maupun militer antara kedua negara. Tapi di sini, kita tidak akan membahas sejarah terbentunknya negara Israel yang berimplikasi kepada mengapa konflik itu bisa terjadi namun akan dibahas tentang dari mana dana Israel untuk membiayai persenjataannya sehingga bisa terus eksis melancarkan serangan ke warga-warga Palestina.

Pengaruh Teori Pembangunan dan Praktiknya Terhadap Teorisasi Teori Hubungan Internasional

dian indah

Written by Diah Ayu Intan Sari dkk – Mahasiswa Hubungan Internasional FISIP Universitas Jember

Pada dasarnya pembangunan suatu negara dapat menggunakan berbagai macam metode atau model pembangunan baik itu pembangunan yang terkait dengan ekonomi, pendidikan, kesehatan dll. Yang menjadi esensi dari pembangunan suatu negara adalah metode atau teori apa yang dipilih untuk membangun negara tersebut agar menjadi lebih maju sesuai arah pembangunan yang diinginkan. Sebelum penulis menganalisa dampak akademik dari teorisasi pembangunan terhadap suatu negara. Maka penulis akan mendefinisikan pengertian pembangunan itu sendiri agar tidak terjadi missunderstanding atau ketidaksamaan dalam persepsi. Pembangunan dalam arti sempit (secara individual) dapat diartikan sebagai proses dimana setiap orang atau individu mendapatkan lebih banyak income dari sebelumnya. Sedangkan pembangunan dalam arti yang lebih luas adalah tindakan atau upaya yang dilakukan dengan menggunakan sumber daya manusia yang produktif dalam masyarakat untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat yang miskin. Proses pembangunan itu sendiri tidak dapat lepas dari peran negara sebagai wasit untuk mengamankan jalannya pembangunan.

Memahami Hubungan Hukum Tata Negara dengan Hukum Administrasi Negara

aida

Written by Nuraida Muji Kurnia EP – Mahasiswa Administrasi Negara FISIP Universitas Jember

Sebelum memahami mengenai hubungan antara hukum tata negara dengan hukum administrasi negara, perlu dipahami terlebih dahulu konsep mengenai negara. Negara adalah suatu organisasi yang harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: 1) Memiliki wilayah, 2) Memiliki rakyat, 3) Pemerintah yang berdaulat, dan 4) Pengakuan dari negara lain. Tujuan dari pembentukan suatu negara pada hakikatnya adalah untuk mencapai kesejahteraan rakyat. Namun, ada beberapa pendapat yang berbeda mengenai tujuan negara yang dikemukakan oleh para ahli. Menurut Plato, negara bertujuan untuk memajukan kesusilaan manusia sebagai individu dan sebagai makhluk sosial. Pendapat berbeda dikemukakan oleh Thomas Aquino, Agustinus, bahwa tujuan negara adalah untuk mencapai penghidupan dan kehidupan aman dan tentram, di bawah pimpinan Tuhan. Pimpinan negara menjalankan kekuasaannya berdasarkan Kehendak Tuhan (Ajaran Teokrasi). Emmanuel Kant mengemukakan bahwa negara bertujuan mengatur keamanan dan ketertiban dalam negara (Ajaran Polisi). Hal ini senada dengan pendapat dari Krabbe bahwa negara bertujuan menyelenggarakan ketertiban hukum. Segala kekuasaan dan alat-alat Negara dalam menjalankan tugasnya harus berdasarkan hukum, semua orang tanpa terkecuali harus tunduk dan taat pada hukum, hanya hukumlah yang berkuasa dalam Negara (Ajaran Negara Hukum).

 

Anda dapat mengirimkan artikel/makalah tentang ilmu sosial bertema politik, komunikasi, hubungan internasional, arkeologi, antropologi, feminisme, sosiologi, psikologi, hukum, kebijakan publik, citizen journalism, filsafat, tinjauan religi, urban culture [kajian perkotaan], ecologica [kajian lingkungan], cultural studies. Sertakan profil diri, pas foto terbaru, dan nomor rekening bank. Setiap artikel/makalah yang dimuat akan selalu diinformasikan kepada penulisnya. Email tulisan anda ke: [email protected]

Powered by Wordpress, Design by Aksisoft Media