Pengertian Komunikasi Intrapersonal dan Interpersonal

Written by Yunita Titi Sasanti – Mahasiswa Komunikasi Universitas Brawijaya

Self mempunyai peranan yang sangat penting dalam komunikasi antar pribadi dimana self merupakan pelaku utama di komunikasi ini. Berdasarkan self concept, satu orang dan yang lain mempunyai karakteristik yang berbeda. Untuk mengetahui diri saya, saya membutuhkan orang lain karena dengan begitu saya bisa mengetahui tentang diri saya seperti kelebihan yang ada pada diri saya yaitu bertanggung jawab terhadap apa yang saya kerjakan dan tidak mau menunda pekerjaan serta saya mempunyai loyalitas yang tinggi. Saya juga tidak terlepas dari kelemahan dan keterbatasan yaitu tergesa – gesa dalam bertindak dan saya juga orang yang sangat cuek apabila saya merasa benar saya tidak peduli dengan omongan orang lain. Saya juga melakukan pembandingan diri untuk lebih mengetahui diri saya seperti saat saya dihadapkan tekanan saya selalu merasa tidak percaya diri dan tenang dimana berbeda dengan teman saya yang menghadapinya dengan tenang dan mempunyai kepercayaan diri yang tinggi.

Self awareness (kesadaran diri) merupakan bagian dimana kita mengetahui diri kita dari pandangan kita sendiri dimana saya mengetahui diri saya dengan membuka diri (open self) kepada orang lain dengan begitu saya bisa mengetahui tentang apa yang ada pada diri saya dan orang lain juga mengetahui. Tetapi tidak semua hal orang lain mengetahui tentang diri saya, karena tidak semua orang bisa dengan cermat tau tentang orang lain dan tidak semua hal yang saya anggap privasi bisa diketahui orang lain dalam hal ini saya melakukan hidden self. Setiap orang mempunyai tingkat kesadaran yang relatif berbeda mengenai dirinya sendiri seperti blind self dimana saya tidak menyadari atau mengetahui akan sifat egois yang saya miliki padahal orang lain mengetahuinya.Untuk meningkatkan kesadaran diri saya dengan aktif mencari informasi tentang diri saya, menanyakan kepada diri saya sendiri dan mendengarkan pendapat orang lain mengenai diri saya.

Saya juga pernah mengalami self esteem di saat-saat tertentu misalnya ketika saya menghadapi ujian saya mengalami ketegangan dan rasa percaya diri saya turun karena tidak bisa menjawab soal ujian. Hal ini tidak boleh dibiarkan begitu saja oleh karena itu saya berusaha mencari informasi kepada orang-orang terdekat untuk memberikan solusi-solusi dan saya harus melawan hal itu dengan lebih mempersiapkan kembali diri saya sebelum menghadapi ujian dengan belajar lebih giat lagi dan bersikap rilex untuk mengembalikan rasa percaya diri saya.

Keterbukaan diri (self disclosure) yaitu pengungkapan mengenai informasi diri kita kepada orang lain. Dalam melakukan keterbukaan tidak semua hal bisa diungkapkan dan kepada siapa pengungkapan keterbukaan diri itu dilakukan juga tidak sembarangan. Dimana saya lebih terbuka kepada orang-orang terdekat saya seperti kakak, sahabat dan pacar hal ini dikarenakan tingkat kepercayaan yang saya miliki kepada mereka sangat kuat dibandingkan dengan orang lain. Karena jika saya melakukan keterbukaan diri kepada orang lain belum tentu mereka bisa menyimpan rahasia-rahasia saya dan bahkan mungkin mereka juga bisa memberikan solusi yang justru akan menjerumuskan saya. Dengan melakukan keterbukaan saya juga merasa lebih nyaman dan beban psikologi yang saya miliki juga berkurang. Karena dengan begitu saya bisa mendapatkan reward dari melakukan keterbukaan yang berupa solusi yang saya meyakini solusi yang mereka berikan bisa membuat saya lebih baik dan mereka juga bisa memberikan motivasi dan pengalaman yang mereka punya. Ketika saya melakukan keterbukaan dengan orang-orang yang saya percayai juga bisa menimbulkan kerugian kepada saya dimana ketika hubungan saya dan orang-orang terdekat saya tidak harmonis bisa jadi mereka menceritakan semua hal yang mereka tau tentang saya kepada orang lain. Oleh karena itu menjaga hubungan dalam self disclosure sangat penting dan menentukan tingkat kenyamanan kita dalam melakukan keterbukaan diri.

Communication apprehension. Saya menemui hal ini ketika saya berada pada situasi yang tidak tentu sehingga saya mengira-ngira apa yang saya lakukan nanti sudah tepat atau tidak. Hal ini saya dapatkan ketika saya berbicara dihadapan orang banyak saya tidak merasa nyaman dan percaya diri pada situasi itu bahkan saya tidak bisa berbicara dengan lancar seperti biasanya ini disebkan karena saya tidak bisa memprediksi apakah mereka paham dengan apa yang saya bicarakan atau bahkan mereka tidak senang dengan apa yang saya bicarakan. Hal ini membuat saya semakin tidak percaya diri ketika kadar perhatian audience semakain besar kapada saya. Apa yang saya rasakan bisa diatasi dengan menyusun kembali kognitif dan meningkatkan atau melatih keahlian untuk bisa berbicara di depan orang lain dalam situasi apapun,bersikap rileks dan fokus topik yang dibicarakan.

Interpersonal Communication

Komunikasi  antar pribadi (interpersonal communication) adalah kajian tentang proses komunikasi antar dua pribadi yang berbeda dan diharapkan masing – masing peserta komunikasi dapat menangkap reaksi secara langsung baik verbal maupun nonverbal. Komunikasi antar pribadi mempunyai banyak peranan dalam kehidupan manusia  karena :

  1. Komunikasi antarpribadi dapat membantu perkembangan intelektual dan sosial kita. Perkembangan manusia sejak bayi sampai mengikuti pola semakin luasnya ketergantungan dengan orang lain.
  2. Identitas atau jati diri seseorang akan terbentuk melalui komunikasi. Selama berkomunikasi sadar atau tidak seseorang akan mengamati, memperhatikan tanggapan-tanggapan yang diberikan oleh orang lain kepadanya, yang akhirnya seseorang akan menemukan jati dirinya.
  3. Dalam rangka memahami realitas serta menguji kebenaran kesan-kesan dan pengertian yang dimiliki tentang dunia perlu membandingakn dengan kesan-kesan dan pengertian orang lain tentang realitas yang sama. Perbandingan sosial semacam itu hanya dapat dilakukan melalui komunikasi dengan orang lain.
  4. Kesehatan mental seseorang sebagaian besar ditentukan oleh kualitas komunikasi atau hubungannya dengan orang lain.

Kelebihan komunikasi antar pribadi atau komunikasi tatap muka ini merupakan satu rangkaian pertukaran-pertukaran pesan antara dua orang dalam proses komunikasi diantara mereka berhasil menjalin suatu kontak, kontak itu berhasil karena mereka saling mempertukarkan pesan secara bergantian dan berbalas-balasan. Bentuk komunikasi tatap muka mempunyai keistimewaan dimana efek dan umpan balik, aksi dan reaksi langsung terlihat karena jarak fisik partisipan yang dekat sekali. Aksi maupun reaksi verbal dan non verbal, semuanya terlihat dengan jelas langsung. Oleh karena itu, tatap muka yang dilakukan terus menerus kemudian dapat mengembangkan komunikasi antar pribadi yang memuaskan dua pihak. Selain itu komunikasi yang terjadi juga efektif, komunikasi terjadi secara efektif karena :

  1. Keterbukaan, maksudnya adalah keinginan untuk terbuka antara seseorang yang ingin berkomunikasi dengan orang lain.
  2. Empati, artinya merasakan perasaan seperti yang dialami oleh orang lain.
  3. Dukungan, baik yang diucapkan maupun tidak diucapkan.
  4. Kepositifan, mengandung arti yang positif terhadap diri orang lain
  5. Kesamaan, artinya mengetahui kesamaan pribadi atau saling menyadari bahwa kedua belah pihak yang berkomunikasi mempunyai hak yang sama walaupun mungkin kedudukannya berbeda.

Kekurangan dalam komunikasi antar pribadi karena interpersonal communication bermakna ganda (multi tafsir) yaitu semua hubungan mengandung ketidakpastian dimana pesan yang disampaikan ambigu atau tidak pasti. Ambigu terjadi karena orang menggunakan kata yang dapat menginterprestasikan berbeda hal ini membuat komunikan tidak bisa menerima pesan sesuai yang kita inginkan. Komunikasi antar pribadi juga dipengaruhi oleh gangguan bisa berupa suasana fisik yang mengganggu (kebisingan) atau gangguan yang ditimbulkan karena kondisi kejiwaan. Terjadinya komunikasi antar pribadi yang berlangsung spontan membuat kita tidak bisa mengulangi apa yang kita ucapkan sama seperti yang pertama.[]

 

Tinggalkan Balasan