Analisa Stakeholder Relations Strategy: Studi Kasus Launching Honda CBR 250R

Written by Yunita Titi Sasanti – Mahasiswa Komunikasi Universitas Brawijaya

PT. Astra Honda Motor (AHM) kini telah meluncurkan produk terbarunya yaitu Honda CBR 250R hal ini dilakukan untuk memenuhi para pecinta motor honda khusunya sport dimana produk baru Honda CBR 250R memadukan styling, performance & comfort dengan tampilan design mewah sporty full fairing yang mengacu ke gaya motor sport kelas atas Eropa maupun Asia serta didukung teknologi canggih kelas dunia ujar presiden direktur PT Astra Honda Motor Yusuke Hori. Launching produk baru honda ini tidak terlepas dari para pemangku kepentingan utama dan strategi komunikasi yang berperan penting supaya launching produk baru diterima oleh para konsumen Honda. Menurut Freeman (dalam Rawlins: 2006) setiap kelompok pemangku kepentingan akan ingin tahu bagaimana produk baru ini akan mempengaruhi mereka sejak pemangku kepentingan adalah setiap kelompok atau individu yang dapat mempengaruhi atau dipengaruhi oleh pencapaian tujuan organisasi. Sebuah strategi komunikasi direncanakan dengan baik dan benar-benar ditujukan kepada stakeholder kunci perusahaan akan memberikan kontribusi pada keberhasilan produk itu sendiri.

Dalam melakukan sebuah launching produk baru tentunya sebuah perusahan harus mengetahui siapa stakeholder dari produk barunya tersebut yang menurut Golder and Gowler (2005) stakehoder adalah Any individual, group, or institution who has a vested interest in the natural resources of the project area and/or who potentially will be affected by project activities and have something to gain or lose if conditions change or stay the same. Rawlins (2006) telah mengembangkan empat langkah dalam memprioritaskan para pemangku kepentingan dengan organisasi atau perusahaan yang bersangkutan dalam rangka untuk mengetahui pemangku kepentingan.

  • Langkah pertama adalah mengidentifikasi stakeholder

Indentifikasi stakeholder bisa dilakukan dengan membagi kelompok–kelompok berdasarkan hubungan dengan organisasi atau perusahaan yang bersangkutan. Model anable linkage menurut Gruning and Hunt (dalam Rawlins: 2006) memberikan pembenaran karena membantu untuk mengklasifikasikan stakeholder berdasarkan hubungan mereka dengan perusahaan. Model ini mempunyai kontrol dan otoritas terhadap organisasi atau perusahaan karena mereka mempunyai kemampuan untuk membuat organisasi mempunyai otoritas dan sumber daya sehingga mereka dapat beroperasi. Pemegang saham, jajaran direksi, dan pemerintah adalah pihak yang memiliki beberapa kontol dan wewenang atas perusahaan, kelompok-kelompok ini mampu menjamin berjalannya launching produk Honda CBR 250R berjalan dengan lancar karena memiliki kewenangan secara hukum maupun otoritas terhadap perusahaan.

Karyawan dan supplier juga sangat penting bagi perusahaan karena mereka memiliki hubungan fungsional dengan perusahaan pada saat proses pembuatan sebuah produk atau jasa dan pada proses pengkonsumsian produk atau jasa tersebut. Stakeholder yang berhubungan dengan perusahaan adalah mereka yang mengonsumsi produk honda CBR 250R  misalnya customer, consumer, retailer.

Sebuah produk Kawasaki Ninja 250R  juga merupakan stakeholder yang mempunyai tujuan dan kepentingan yang sama dengan Honda CBR 250R karena Kawasaki Ninja merupakan pesaing dari produk baru honda dan sama-sama mengusung mesin 250cc.

Media massa juga mempunyai kepentingan dengan launching produk baru Honda CBR 250R meskipun mereka tidak mempunyai interaksi yang terus menerus dengan organisasi namun mempunyai kepentingan ketika terjadi masalah atau adanya isu yang berhubungan dengan organisasi atau produk honda CBR 250R. Reputasi sebuah perusahaan atau organisasi dapat membawa berbagai kelompok kepentingan khusus memiliki kepedulian terhadap launching produk baru Honda CBR 250R sehingga para pecinta motor ingin menggunakan produk tersebut. Contohnya, produk honda CBR 250R ini hemat bahan bakar dan mengurangi gas buang sehingga produk ini ramah lingkungan sehingga para pecinta motor ingin menjadi stakeholder honda CBR 250R karena ingin tahu apakah produk ini layak pakai dan benar-benar hemat bahan bakar sehingga cocok bagi pecinta motor atau komunitas motor sport.

  • Langkah kedua memprioritaskan stakeholder

Dalam memprioritaskan stakeholder ada tiga atribut menurut Mitchell’s (dalam Rawlins: 2006) yaitu, power, legitimacy dan urgency. Pemegang saham dan dewan direksi merupakan stakeholder yang dominan karena mereka mempunyai power dan legitimacy dalam organisasi atau perusahaan. Mereka juga bisa memiliki urgency ketika launching produk honda mempengaruhi investasi mereka jika ada resiko yang tidak diinginkan. Konsumen merupakan stakeholder yang definitive dan mereka harus mendapatkan prioritas tertinggi karena memiliki tiga atribut khususnya konsumen motor yang mereka menjadi prioritas tertinggi pada launcing produk Honda CBR 250R. Konsumen motor dalam launching ini adalah para pecinta motor honda dan pengguna motor sport. Mereka juga memiliki power dan legitimacy karena mereka bisa mempengaruhi organisasi untuk bertindak dan ketika mereka memiliki resiko secara moral, klaim-klaim stakeholder dapat mempengaruhi proses launching produk Honda CBR 250R (Rawlins: 2006). Konsumen memiliki urgency atau tingkat kepentingan terhadap launching produk ini karena sebagai pemenuhan kebutuhan akan produk tersebut.

  • Langkah ketiga memprioritaskan stakehoder terhadap hubungan dengan situasi.

Pada langkah yang ketiga ini memprioritaskan stakeholder terhadap hubungannya dengan situasi terdapat tiga variabel kenapa individu atau stakeholder menjadi aktif terhadap situasi yaitu; level of involvement, problem recognition, dan contraint recognition (Rawlins: 2006).

Level of involvement yaitu dimana tingkat keterikatan atau keikut sertaan terhadap isu yang berkembang dan bagaimana menyadari sejauh mana stakeholder terkait terhadap isu. Pada level involvement, konsumen memiliki keterkaitan dengan isu yang sedang terjadi sekarang. Karena konsumen adalah stakeholder yang diprioritaskan dalam launching produk Honda CBR 250R. Keikutsertaan konsumen dalam launching produk baru Honda karena konsumen merupakan target dari launching produk Honda CBR 250R tersebut.

Ketika konsumen memiliki level of involvement tinggi, maka konsumen bisa mengenali masalah yang ada (problem recognition). Konsumen mengenali masalah atau isu yang ada pada launching produk Honda CBR 250R karena dengan pengenalan masalah yang ada pada launching produk tersebut, konsumen bisa menentukan apa yang akan dilakukan terhadap launching produk honda setelah mereka mengenali produk tersebut. Konsumen bisa menentukan apakah produk tersebut layak untuk dipakai atau tidak ketika mereka sudah menegenali isu yang ada.

  • Langkah keempat memprioritaskan stakeholder berdasarkan strategi komunikasi.

Para pecinta motor honda (konsumen) merupakan advocate stakeholder karena mereka secara aktif dan suportive terlibat dalam proses launching produk Honda CBR 250R. Mereka juga aktif dalam isu-isu yang ada mengenai produk baru honda ini. Mereka juga suportive terhadap adanya produk honda dengan mendukung adanya launching produk itu. Adanya launching produk Honda CBR 250R ini juga sebagai salah satu strategi komunikasi yang dilakukan untuk mempengaruhi perilaku konsumen pecinta honda. Perilaku konsumen yang menurut Schiffman dan kanuk (2000) adalah sebagai perilaku yang diperlihatkan konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi dan menghabiskan produk dan jasa yang mereka harapkan akan memuaskan kebutuhan mereka.

  • Kesimpulan

Konsumen (pecinta motor honda) merupakan stakeholder yang diprioritaskan karena, konsumen merupakan sasaran atau target dari launching produk ini. Selain itu konsumen juga berpengaruh pada keberhasilan launching ini, karena mereka mempunyai tiga atribut menurut (Mitchell: 1997), yaitu; power, legitimacy dan urgency yang dimiliki membuat mereka bisa menjadi definitive stakeholder. Ini pun yang menyebabkan mereka juga punya tingkat keterlibatan pada launching Honda CBR250R. Maka dengan adanya keterlibatan ini, konsumen (pecinta motor honda) menjadi advocate stakeholder yang aktif dan suportive bagi launching produk ini.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2011a. Honda CBR 250 Indonesia. www://world.honda.com. Diakses tanggal 4 Juli 2011 pukul 18.00.

Anonim. 2011b. Honda CBR 250R Resmi Diluncurkan Di Indonesia. http://www.mkm-honda.com/news/honda-luncurkan-cbr-250r.html. Diakses tanggal 4 Juli 2011 pukul 18.15.

Golder, B. and Gowler, M. 2005. WWF Standards of Conservation Project and Programme Management. Surrey. UK.

Rawlins, B.L. 2006. Prioritizing Stakeholders for Public Relations.Department of Communications-Commision on Public Relations Measurement & Evaluation. Brigham Young University.

Schiffman, L.G. dan Lesli, L.K. 2000. Consumer Behavior, 7thEdition. Prentice Hall Inc. Upper Saddle River. New Jersey.

 

Satu Balasan pada “Analisa Stakeholder Relations Strategy: Studi Kasus Launching Honda CBR 250R”

Tinggalkan Balasan